LIPUTAN 1: PERAN PEMUDA DALAM MENGHADAPI PROXY WAR

Seminar “Peran Pemuda dalam Menghadapi Proxy War” yang dilaksanakan pada tanggal 6 April 2015 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang berlangsung lancar dan sukses. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa yang hadir pada seminar ini. Pada seminar ini mendatangkan Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai tamu sekaligus pemibacara dalam seminar. Beliau lahir pada tanggal 13 Maret 1960 di Tegal. Beliau juga pernah menjabat sebagai Dirlat Kodiklat TNI AD, Gubernur AKMIL, PANGDAM V/BRW, DANKODIKLAT TNI AD, PANGKOSTRAD dan sekarang sebagai KASAD. Peserta seminar bukan hanya dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang saja, tetapi terdapat mahasiswa dari Universitas Negeri Malang . Antusias mahasisiwauntuk mengetahui peran pemuda dalam menghadapi proxy war sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat dengan banyaknya mahasiswa yang menghadiri seminar bahkan melebihi kapasitas Dome UMM sehingga sebagian mahasiswa mengikuti seminar di basement Dome yang dihubungkan langsung dengan proyektor dan kamera utama dari Dome.

peserta seminar memadati ruagan DOME UMM
peserta seminar memadati ruagan DOME UMM

Seminar ini tidak terkesan kaku seperti seminar pada umumnya, terdapat hiburaran-hiburan untuk peserta seminar seperti, penampilan tari saman gayo dari FAI (fakultas agama islam) UMM, menyanyi dari beberapa mahasiswa peserta seminar. Hiburan tersebut ikut menyumbangkan keceriaan pada suasana seminar. Dengan gerakkan tarian saman yang indah dan kompak dan mengusung tema jenaka tarian saman ini sukses menghibur peserta seminar. Bukan hanya itu saja, pilihan lagu “Rise Me UP” dari salah mahasiswa dalam bernyanyi menjadi hiburan yang unik karena pada pertengahan lagu seluruh peserta seminar menyalakan blits dari ponsel dan mengikuti irama pada lagu. Pemandangan tersebut menjadi pemandangan yang menghibur dan menambah semangaat peserta dalam mengikuti rangkaian seminar.

antusias mahasiswa saat menyaksikan salah satu mahasiswa bernyanyi
antusias mahasiswa saat menyaksikan salah satu mahasiswa bernyanyi
tarian saman gayo FAI UMM
tarian saman gayo FAI UMM

Bukan hanya hiburan dari mahasiswa saja, terdapat hiburan yang pamungkas yang membuat para peserta seminar kagum, yaitu penampilan seni bela diri Kodam Bawijaya. Tehnik-tehnik bela diri yang ditampilkan begitu apik, teriakan takjub dari peserta seminar menandakan seni bela diri yang diusung tema dance sukses dilakukan.

seni bela diri dari Kodam Brawijaya
seni bela diri dari Kodam Brawijaya

Selang beberapa jam kemudian, datanglah tamu pemateri dalam seminar yaitu KASAD. Sorakan tepuk tangan dari peserta seminar menyambut kedatangan beliau. Melalui gate A Dome beliau disembut dengan bebarapa fotografer dan mahasiswa. Setelah diatas panggung beliau memakai jas merah almamater UMM sebagai wujud penghormatan dan apresiasi dari KASAD. Dalam seminar ini KASAD menyampaikan bahwa sebagai generasi muda Indonesia kita jangan takut dengan hal apapun yang akan menghalangi langkah kita dalam memajukan Indonesia. Proxy war yang berarti perang melawan berbagai aspek berbangsa dan bernegara. Saat ini kita harus bersaing dengan seluruh dunia dalam aspek apa saja baik pendidikan, fashion, teknologi, otomotif, olahraga, kesehatan, dan lain sebagainya kualitas kita harus setara bahkan diatas dengan orang-oarang dari negara manapun demi memajukan negara Indonesia. Galih kreatifitas dan jangan takut bersaing dengan siapa saja niscaya kita dapat menahlukan proxy war. “Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia” (Ir. Soekarno)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s